Puncak Bintang Bandung

Puncak Bintang Bandung
Puncak Bintang Bandung. 


Pengalaman wisata saya kali ini adalah berkunjung ke sebuah perkebunan pinus bernama Puncak Bintang. Tempat rekreasi ini beralamat di kawasan Kecamatan Cimenyan, Bandung, Jawa Barat.

Saya, teman, dan ponakan berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor. Sebelumnya sempat merasa ragu untuk menggunakan motor tua kesayangan, karena kata teman jalannya sangat curam. Tapi nyali saya yang sudah terbiasa berkendara di kawasan pegunungan tidak ciut dengan gosip seperti itu.

Dengan tekad yang kuat dan penuh keyakinan, lalu kita berangkat mengendarai dua motor. Rasa hati yang penasaran akan medan jalan yang curam makin menggebu.

Singkat cerita, kita tiba di daerah Padasuka. Medan jalan mulai nanjak dan semakin menanjak. Sampai akhirnya tiba di daerah yang biasa dijadikan tempat makan-makan yang namanya Caringin Tilu (Cartil).

Tapi kok masih belum juga menemukan tanjakan yang katanya sangat curam. Coba bertanya sama orang yang ada di sekitar, katanya jalan yang sudah dilewati itulah yang paling curam. Dari Cartil perjalanan kami lanjutkan menuju Puncak Bintang. Dari jauh sudah terlihat ada benda mengkilap berbentuk bintang.

Suasana parkiran Puncak Bintang cukup ramai oleh pengunjung. Gerimis romantis menyambut mesra kedatangan kita.

Ups basah gaes, kita pun lari kecil dari parkiran menuju tempat pembayaran tiket. Setelah bayar tiket langsung lari cari tempat untuk berteduh.

Nggak lama kemudian hujan reda dan trio wek-wek pun segera menaiki anak tangga menuju bilboard yang bertuliskan Puncak Bintang dan bintang raksasa yang mengkilap. Dari situ dapat melihat hamparan luas kota Bandung yang dipadati dengan bangunan.


Hutan Pinus Puncak Bintang


Pemandangan indah menjelang sore hari di Puncak Bintang yang sedikit berkabut memanjakan mata. Udara dingin menembus kulit hingga terasa menusuk tulang membuat tubuh menggigil kedinginan.

Banyak pengunjung yang berfoto ria untuk mengabadikan matahari terbenam di Puncak Bintang Bandung.

Kita pun mencoba narsis dengan berfoto, walau tidak biasanya selfie ria seperti ABG. Pose berfotonya pun kaku banget karena nggak biasa narsis di depan kamera. Tidak mau kehilangan momen indah ini kita pun masuk ke kawasan kebun pinus yang mulai gelap diselimuti kabut.

Hujan kembali mengguyur kawasan wisata ini. Terpaksa deh harus berteduh di tempat peta lokasi. Tanah merah jadi licin karena genangan air hujan, jadi harus hati-hati. Hujan pun reda kembali dan perjalanan pun dilanjutkan menuju pintu keluar.

Kabut di Puncak Bintang
Singkat cerita kita keluar dari kawasan Puncak Bintang untuk mencari kopi panas. Sebenarnya di parkiran pun ada warung yang menyajikan makanan dan minuman. Tapi karena banyak pengunjung, warung pun penuh sesak. Akhirnya turun menuju tempat makan yang ada di Cartil.

Pesan kopi , mie rebus pake telor lalu duduk di tempat lesehan sambil menikmati pemandangan sekitar. Tidak lama pesanan pun datang, kopi panas ditemani sebatang rokok menghangatkan perut yang sejak tadi kedinginan. Sedih ya kalau main lagi musim hujan kayak gini, jadi kurang seru deh jalan-jalannya. Beres minum kopi, merokok dan makan kita bertiga pulang untuk mengakhiri perjalanan wisata Puncak Bintang.

Terima kasih atas kunjungannya