Carbon Exchange Indonesia, Platform Jual Beli Karbon Berbasis Blockchain

Carbon Exchange Indonesia
Carbon Exchange Indonesia.
Sumber gambar cxr.id.

Carbon Exchange Indonesia, Platform Jual Beli Karbon Berbasis Blockchain - Apakah di sekolah kalian pernah belajar tentang hutan hujan tropis dan pasar karbon alias Carbon Exchange Indonesia? Saya masih ingat pelajaran sekolah yang satu ini.


Dalam pemahaman saya, hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah alias lembap. Atau bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi.


Di Indonesia sendiri, hutan hujan tropis bisa kita temui di wilayah garis khatulistiwa. Karena letaknya di daerah dengan iklim tropis, maka hutan tersebut cenderung mendapatkan sinar matahari dalam sepanjang tahunnya.


Hutan hujan tropis kerap disebut sebagai paru-paru dunia karena bisa menyerap karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Dengan menyimpan sejumlah besar karbon, hutan hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer dan mengendalikan perubahan iklim.


Carbon Exchange Indonesia


Berkurangnya lahan hutan hujan tropis dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Hal ini juga memperparah pemanasan global dan memicu terjadinya perubahan iklim di dunia.


Sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga dan penyimpan 17% cadangan blue carbon dunia, Indonesia memiliki potensi untuk menyerap setidaknya 113.8 giga ton emisi karbon global.


Indonesia tengah berlomba untuk memenuhi komitmen untuk memperlambat laju perubahan iklim dengan penurunan emisi karbon global guna mecapai titik netral.


Serangkaian upaya dalam rangka mencapai target komitmen netral atau Net Zero Emission 2060 atau lebih awal juga telah dilakukan, salah satunya dengan membuka Pasar Karbon Indonesia.


Mungin banyak nanya, siapa yang membutuhkan dan mau membeli karbon yang dijual di pasar karbon Indonesia? Mereka yang membutuhkan karbon dari pasar adalah perusahaan-perusahaan yang telah melewati ambang batas emisi karbon ketika melakukan proses produksinya. 


Pelaksanaan pasar karbon di Indonesia masih terbatas pada komunitas tertentu, dan membutuhkan transparansi, baik dari harga, entitas penjual, dan pembelinya.


Memahami tantangan tersebut, PT Bringin Inti Teknologi (BIT) mengembangkan Carbon eXchange Rakyat (CXR) berfokus pada voluntary market, menggunakan teknologi berbasis blockchain guna memfasilitasi jual-beli kredit karbon dengan aman, transparan, dan sustainable.


Carbon eXchange Rakyat merupakan platform yang bertujuan memfasilitasi dan mendemokratisasi perdagangan karbon, guna mengoptimalkan potensi pasar karbon di Indonesia. Cara kerja CXR sama halnya seperti marketplace, kita sebagai masyarakat bisa mendaftarkan diri baik menjadi buyer ataupun seller di platform tersebut. 


Untuk memastikan kredit karbon yang diperdagangkan terverifikasi dan memenuhi sertifikasi, CXR juga menggandeng CarbonEthics. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kredit karbon di Carbon eXchange Rakyat berintegritas dan memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.


Carbon eXchange Rakyat BRI


Sebagai penyedia layanan perdagangan karbon, CXR bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia terkait layanan finansial dan market insight. Sebagai institusi keuangan terbesar di Indonesia, BRI secara aktif mendukung inisiatif yang berdampak positif pada masyarakat dan lingkungan di seluruh lini rantai pasok. 


Teknologi CXR yang berafiliasi dengan BRI ini menggunakan teknologi tinggi blockchain yang sifatnya private dan memiliki keamanan terjaga. Keunggulan dari platform tersebut adalah memperjualbelikan kredit karbon dari proyek-proyek asli Indonesia yang telah tervalidasi dan memenuhi sertifikasi baik nasional maupun global. Untuk itu, Carbon eXchange Rakyat membuka gerbang kolaborasi sebesar-besarnya dengan berbagai pihak di industri hijau dan karbon.


Carbon eXchange Rakyat BRI menjadi sebuah platform marketplace jual-beli karbon yang bertujuan untuk mencapai target jangka panjang, terutama komitmen Net Zero Carbon Indonesia pada tahun 2060. Dengan begitu, langkah pertama yang penting dilakukan oleh CXR BRI adalah membangun kesadaran individu akan pentingnya memperhatikan isu emisi karbon.

Terima kasih atas kunjungannya